riawindari

Just another WordPress.com site

PENYAKIT PERNAFASAN September 2, 2011

Filed under: kesehatan — riawindari @ 4:24 pm

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BALI

D III KEBIDANAN

Kesukaran Bernafas

Masalah:

  • Ibu hamil cenderung bernafas pendek (takhipneu)
  • Proses inflamasi pada paru akan menambah kesulitan dalam pernafasan
  • Kesulitan bernafas karena asthma bronkiale menyebabkan komplikasi pada 3-4% kehamila

Penanganan:

  • Segera buat perencanaan untuk mengatasi masalah:
    • Ibu dibaringkan pada sisi kiri,
    • Pasang infuse dan beri cairan terbatas (NaCl fisiologik atau Ringer Laktat)
    • Beri O2 dengan masker sebanyak 4-6 L/menit
    • Observasi nadi, tekanan darah, dan pernafasan
    • Rujuk ke pelayanan kesehatan yang sesuai
  • Ø Bronkitis akut

Infeksi virus atau bakteri percabangan trakheobronkial tanpa melibatkan alveoli. Biasanya disebabkan oleh virus, tetapi dapat juga disebabkan oleh bakteri seperti streptokokus dan hemofilus.

Diagnosis

Diagnosis ditegakkan berdasarkan adanya batuk produktif tanpa disertai demam, dapat ditemukan gejala pada saluran pernafasan atas.

Penanganan

Penderita harus istirahat baring, minum banyak dan diberi obat bronkodilator. Bila ada dugaan infeksi bakteri, terapi pilihan adalah amoksilin dan eritromisin. Lakukan pengambilan sputum untuk kultur dan tes kepekaan kuman, kemudian diberi antibiotika yang lebih tepat.

  • Ø Pneumonia

Pneumonia merupakan infeksi saluran pernafasan bawah yang melibatkan alveolus dan bronkiolus. Pneumonia dalam kehamilan dapat disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, dan parasit.

  • Pneumonia bacterial

Bakteri penyebab infeksi tersering adalah streptococcus pneumonia yang juga merupakan bagian dari flora normal. Namun, bila terdapat penurunan fagositik mukosa, kolonisasi bakteri dapat terjadi. Predisposisi asma, alcohol dan merokok.

Diagnosis

Gejala klinik batuk (90%), dispnea (65%), dan nyeri dada pleuritik (50%). Dapat timbul gejala ringan. Ibu hamil yang dicurigai pneumonia harus melakukan pemeriksaan foto rontgen toraks untuk diagnosis, meskipun hal ini dapat memprediksi etiologinya. Pemeriksaan serologic, kultur sputum dan cold agglutinin antigen.

Penanganan

Perawatan dirumah sakit sangat diperlukan pasa semua kasus kehamilan dengan pneumonia, kecuali bila perawatan dirumah dan pemantauan dapat dilakukan secara optimal. Antibiotika eritromisin intravena/per oral efektif untuk pneumonia tanpakomplikasi akibat pneumokokus, mikloplasma dan klamidia. Bila terdapat komplikasi atau curiga infeksi stafilokokus, hemofilus dapat diberikan eritromisin ditambah sefotaksim/seftriakson.

  • Pneumonia influenza

Disebabkan infeksi RNA  virus influenza A dan B. Virus influenza A menyebar lewat droplet dan menyebabkan komplikasi pneumonia pada 10% kasus ibu hamil dengan influenza. Virus H5N(avian influenza) merupakan epidemic yang menyebar lewat unggas yang terinfeksi. Infeksi ini mempunyai prognosis yang lebih buruk.

Penanganan

  • Terapi suportif dengan antipiretik dan istirahat pada influenza tanpa komplikasi
  • Amantadine atau rimantadine 200mg/hari sebagai profilaksis pada ibu yang rentan

2.3 TBC (TUBERKULOSIS PARU)

Penyakit ini perlu diperhatikan dalam kehamilan,karena penyakit ini masih merupakana penyakit rakyat sehingga sering kita jumpai dalam kehamilan.TBC Paru ini dapat menimbulkan masalah pada wanita itu sendiri,bayinya dan masyarakat sekitarnya.

  • Keluhan yang sering ditemukan:
      1. Batuk-batuk yang lama
      2. Badan teras lemah
      3. Nafsu makan berkurang
      4. BB menurun
      5. Kadang-kadang ada batuk darah
      6. Sakit di dada

Pada pemeriksaan fisik mungkin di dapat adanya ronkhi basal,suara kaverne atau pleural efusion.

  • Bentuk- bentuk TBC :
  1. Aktif atau kronik
  2. Tertutup atau terbuka

Pada  penderita yang di curigai TBC sebaiknya dilakukan pemeriksaan tuberkulosa tes kulit dengan PPD (purified protein derivate)bila hasilnya 5u dan bila hasdilnya positif teruskan dengan pemeriksaan foto dada.

Pengaruh TBC PARU pada ibu yang sedang hamil bila di obati dengan wanita tidak hamil.Pada janin jarang dijumpai TBC kongenital,janin baru tertular penyakit setelah lahir,karena dirawat atau disusui oleh ibunya.

  • Penanganan

Pada penderita TBC aktif,mereka memerlukan pengobatan yang cukup lama dan ketekunan serta ada kemauan untuk berobat secara teratur.Penderita dididik untuk menutup mulut dan hidungnya bila batuk,bersin,tertawa.

Pada penderita TBC Paru yang tidak aktif,selama kehamilan tidak perlu dapat pengobatan.Sedangkan pada yang aktif,dianjurkan untuk menggunakan obat dua macam atau lebih untuk mencegah timbulnya resistensi kuman,dan isoniazid(INH)selalu diikuti oleh regimen pengobatan tersebut.

  • Obat-obat yang digunakan:
    1. Isoniazid (INH) dengan dosis 300 mg/hari
    2. Ethabutanol dengan dosis 15-20 mg/kg/hari
    3. strepthomycin  dengan dosis 1g g/hari
    4. rifampisin dengan dosis 600 mg/hari
  • ASMA BRONKHIALE

Asam bronkiale merupakan salah atu penyakit saluran nafas yang sering dijumpai dalam kehamilan dan persalinan. Biasanya  serangan akan timbul pada usia kehamilan 24 minggu sampai 36 minggu,dan pada akhir kehamilan serangan jarang terjadi.Pengaruh asma bagi ibu dan janin sangat tergantung dari sering dan beratnya serangan,karena ibu dan janin akan kekurangan O2 atau hipoksia.Keadaan hipoksia bila tidak segera diatas tentu akan berpengaruh pada janin dan sering terjadi keguguran,persalinan prematur atau berta janin tidak sesuai dengan usia kehamilan (gangguan pertumbuhan janin).

  • PENANGANAN
    1. Mencegah timbulnya stress
    2. Menghindari faktor resiko (pencetus)yang sudah diketahui secara intensif
    3. mencegah penggunaan obat seperti aspirin dan semacam  yang dapat menjadi pencetus timbulnya serangan
    4. Pada asma yang ringan dapat digunakan obat-obat lokal yang membentuk inhalasi,atau per-oral seperti isoproterenol
    5. Pada keadaan yang lebih berat penderita harus dirawat dan serangan dapat dihilangkan dengan satu atau lebih dari obat di bawah ini:
      1. Epinefrin yang telah dilarutkan (1:1000), 0,2-0,5 ml,disuntikkan secara SC
      2. Isoproterenol (1:100) berupa inhalasi 3-7 hari
      3. Oksigen
      4. Aminofilin 250-500(6 mg/kg)dalam infus glukose 5%
      5. Hidrokortison 260-1000 mg IV pelan-pelan atau perinfus dalam dekstrose 10%

Hindari penggunaan obat-obatan yang mengandung iodium karena membuat gangguan pada janin,dan berikan antibiotic kalau ada sangkaan terdapat infeksi.Persalinan biasanya berlangsung spontan akan tetapi bila penderita masih dalam serangan dapat diberi pertolongan dengan tindakan seperti dengan ekstrasi vakum atau forseps

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s